EcoTren Ramadan 1447 H: Pelajar SMP di Purwakarta Belajar Islam dan Ekologi di Bale Pancaniti

Sebanyak 40 pelajar SMP dari 20 sekolah di Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan EcoTren Ramadan 1447 Hijriyah yang diselenggarakan pada 3–6 Maret 2026 di Bale Pancaniti, Purwakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta dan Yayasan Wening Ati Rumah Tumbuh dalam menghadirkan pembelajaran Ramadan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan.



Kegiatan EcoTren ini dibuka sekaligus ditutup oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Purwakarta, Dr. Dede Supendi, M.Pd. Dalam sambutannya pada acara penutupan, ia menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.


Ia berpesan agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan EcoTren tidak berhenti hanya pada peserta, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman di sekolah serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. Menurutnya, para peserta diharapkan dapat menjadi agen-agen pelestarian lingkungan yang membawa perubahan positif di sekolah dan lingkungannya masing-masing.

Pesan motivasi juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Wening Ati Rumah Tumbuh, Dr. Nur Aisah Jamil, M.Pd. Ia mendorong para peserta untuk terus tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat dan nilai spiritual yang baik.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi generasi yang luar biasa, menjadi pribadi yang soleh dan sukses, berbakti kepada orang tua, serta kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan lingkungan,” ujarnya.

Selama empat hari kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang dalam Kurikulum EcoTren Ramadan 1447 H yang memadukan pendalaman nilai keislaman dengan praktik ekologis dan pengembangan keterampilan.

Pada sesi Tahsin dan Khalifah fil Ard, peserta memperdalam bacaan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus memahami konsep manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga dan merawat lingkungan. Kegiatan Tadarus dan Tadabbur juga dilaksanakan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an selama Ramadan serta merefleksikan ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan alam semesta.


Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tour garden di area kebun permakultur, di mana peserta mengenal sistem budidaya berkelanjutan serta mempelajari pengelolaan sampah organik melalui praktik pembuatan komposter. Para peserta juga mengikuti praktik mendaur ulang minyak jelantah menjadi lilin, sebagai bentuk pembelajaran tentang pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif dan bernilai guna.


Dalam bidang kreativitas dan literasi digital, peserta mengikuti workshop videografi menggunakan smartphone untuk mempelajari teknik dasar pengambilan gambar serta penyusunan cerita visual bertema lingkungan. Selain itu, peserta juga mengekspresikan gagasan tentang alam melalui seni pertunjukan bertema ekologi yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan pesan pelestarian lingkungan.

Kegiatan EcoTren juga dilengkapi dengan sesi tata boga sehat, di mana peserta diperkenalkan pada konsep makanan sehat berbahan alami serta praktik memasak sederhana. Sementara itu, pada sesi mindfulness dan yoga, peserta diajak melakukan latihan pernapasan, gerakan sederhana, serta refleksi diri untuk meningkatkan ketenangan, fokus, dan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.


Melalui kegiatan EcoTren Ramadan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keislaman selama bulan Ramadan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis sejak usia dini. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan, para peserta diharapkan mampu menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan serta membawa semangat pelestarian alam di sekolah dan masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top