Admin

BAMBU: “Legacy Hijau” yang Wajib Diukir Prabowo (Pesan dari Gerakan Menanam Bambu Kementerian Lingkungan Hidup)

Oleh: *Toto Izul Fatah*Sebuah *Legacy* agung yang bisa dikenang abadi dari seorang pemimpin tak harus lahir dari proyek megah, bangunan mewah dan mahal. Ada juga legacy yang lahir dari jalan sunyi dalam bentuk sederhana tetapi berumur lama, dengan jejaknya yang lebih panjang bagi masa depan bangsa. Itulah pesan penting dari *Gerakan Menanam Bambu untuk Selamatkan […]

BAMBU: “Legacy Hijau” yang Wajib Diukir Prabowo (Pesan dari Gerakan Menanam Bambu Kementerian Lingkungan Hidup) Read More »

KDM DI PAPUA: Membangun Jembatan Rasa Sebangsa

Oleh: *Toto Izul Fatah*Secara lahiriah, kunjungan Dedi Mulyadi ke Papua belum lama ini mungkin benar sebagai kunjungan balasan.  Tetapi secara simbolik, disitu ada makna politik, budaya, dan kebangsaan yang sangat kuat . Kenapa? Karena Dedi datang bukan sebagai pejabat pusat. Ia juga bukan gubernur Papua. Ia adalah Gubernur Jawa Barat. Lewat kunjungannya, Dedi ingin menunjukkan

KDM DI PAPUA: Membangun Jembatan Rasa Sebangsa Read More »

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara (Catatan untuk Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, 5 Juni 2026)

Oleh: *Toto Izul Fatah*Ada wejangan karuhun leluhur Sunda yang sederhana, tetapi sangat bermakna dalam memandang dan memahami alam. Yaitu: *leuweung kudu awian, leuwi kudu caian.* Orang tua kita dulu sering kali mengingatkan, bahwa alam adalah ibu yang mengandung dan guru yang membimbing, sekaligus cermin yang memantulkan watak manusia itu sendiri. Bagi para leluhur,  alam bukan

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara (Catatan untuk Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, 5 Juni 2026) Read More »

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Oleh: *Toto Izul Fatah*Ramalan, dalam banyak hal, kecuali BMKG,  sering identik dengan sesuatu yang beraroma mistis dan mitos. Ada unsur tahayul  yang cukup kuat disitu. Apalagi, jika berbicara tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sejumlah orang menganggapnya sebagai sesuatu yang kuno, tidak ilmiah dan tidak rasional.  Sebut saja, ramalan *Jaya

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau Read More »

BPS: Kinerja Makro Jawa Barat 2025 Lampaui Nasional dan Sejumlah Provinsi di Jawa

BANDUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja berbagai indikator makro Jawa Barat sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan capaian nasional maupun sejumlah provinsi besar di Pulau Jawa. Berdasarkan data BPS, inflasi Jawa Barat pada 2025 tercatat sebesar 0,99 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,35 persen, sehingga menunjukkan

BPS: Kinerja Makro Jawa Barat 2025 Lampaui Nasional dan Sejumlah Provinsi di Jawa Read More »

3 JUTA RUMAH YANG WAJIB  ‘ECO-CONSCIOUS’
(Catatan untuk Kementerian PKP)

Oleh: *Toto Izul Fatah*Tidak ada yang salah ketika negara ingin mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Termasuk, program 3 juta rumah dari pemerintah. Rumah adalah kebutuhan dasar, bahkan bagian dari martabat hidup warga negara. Tetapi justru karena program ini besar, strategis, dan menyentuh jutaan keluarga, maka cara membangunnya tidak boleh asal

3 JUTA RUMAH YANG WAJIB  ‘ECO-CONSCIOUS’
(Catatan untuk Kementerian PKP)
Read More »

LEMBUR PAKUAN: Simbol Kerinduan Publik Jawa Barat

Oleh: *Toto Izul Fatah*Kunjungan ribuan orang pada setiap akhir pekan ke Lembur Pakuan di Subang Jawa Barat, memang tak bisa dibaca hanya dengan rumus wisata biasa. Ia lebih tepat dijelaskan sebagai gejala sosial baru. Terutama, dalam konteks, tak kurang dari *5000 sampai  10.000 orang,* khususnya pada Sabtu dan Minggu, datang kesana berkali-kali. Seperti ada magnet 

LEMBUR PAKUAN: Simbol Kerinduan Publik Jawa Barat Read More »

RISET DUNIA: Beragama, Tapi Belum Bahagia

Oleh: *Toto Izul Fatah*Jika agama itu identik dengan bahagia, maka Indonesia harusnya masuk dalam kategori negara paling bahagia di dunia. Kenapa? Karena Indonesia negara paling beragama. Ada Islam yang mayoritas, ada Kristen yang nomor dua, ada Hindu, Buddha dan Konghucu. Namun, jika merujuk pada data riset dari *World Happiness Report 2025,* Indonesia ternyata tidak masuk

RISET DUNIA: Beragama, Tapi Belum Bahagia Read More »

HUKUM ALAM KEJATUHAN PEMIMPIN (Belajar dari Nero hingga Marcos)

Oleh: *Toto Izul Fatah*Tak ada kekuasaan yang terbebas dari kejatuhan. Apalagi, jika kekuasaan itu dijalankan dengan lalim, dzolim dan sombong. Pilihannya tergantung kepada pemegang kekuasaan; apakah mau jatuh dengan *husnul khotimah* alias happy ending (berakhir baik), atau sebaliknya jatuh dengan *suul khotimah* (berakhir buruk). Yang pasti, fakta sejarah membuktikan, banyak pemimpin tumbang bukan semata-mata karena

HUKUM ALAM KEJATUHAN PEMIMPIN (Belajar dari Nero hingga Marcos) Read More »

BAPAK AING: Dalam Tradisi dan Filosofi Sunda (Dari Singgasana Menyatu dengan rakyat)

Oleh: *Toto Izul Fatah*Secara harfiah, dalam tata bahasa rasa orang Sunda, kata “aing” memang sering dipahami sebagai kata kasar. Yang halus, biasanya menggunakan kata “abdi”. Sehingga, jika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sekarang populer disapa *”Bapak Aing”*, merujuk pada tata bahasa rasa yang halus, panggilan yang sopan  dalam tradisi Sunda harusnya disapa “Bapak Abdi”. 

BAPAK AING: Dalam Tradisi dan Filosofi Sunda (Dari Singgasana Menyatu dengan rakyat) Read More »

Scroll to Top