Sebanyak 33 perwakilan siswa dari 32 SMA/SMK se-Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan Eco Pesantren yang diselenggarakan pada 6–8 Maret 2026 di Rumah Tumbuh Farm, Purwakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang menggabungkan pendalaman wawasan keislaman dengan praktik ekologis dan keterampilan hidup berkelanjutan.

Kegiatan Eco Pesantren ini dibina langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, M.Pd., yang mendorong para pelajar untuk memahami peran penting generasi muda dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual.

Selama tiga hari kegiatan, para peserta tidak hanya mempelajari materi keislaman, tetapi juga diajak untuk bertadabur alam dan merefleksikan ayat-ayat kauniyah—tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang dapat dipelajari melalui alam semesta. Pendekatan ini menegaskan kembali peran manusia sebagai “Khalifah fil Ard”, yakni pemimpin di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk merawat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan Eco Pesantren dirancang secara partisipatif melalui kombinasi materi, diskusi, dan praktik langsung di alam. Para peserta mempelajari berbagai topik seperti Islam dan tanggung jawab terhadap lingkungan, pengenalan permakultur yang dilanjutkan dengan garden tour untuk memahami ekosistem kebun secara langsung, serta sesi mindfulness di alam sebagai upaya menumbuhkan kesadaran diri dan kedekatan dengan lingkungan.
Selain itu, peserta juga mendalami tema Ramadan, konsumsi bijak, dan pengurangan sampah, yang mengajak pelajar memahami hubungan antara gaya hidup sehari-hari dengan dampaknya terhadap lingkungan. Dalam sesi praktik, para peserta belajar membuat eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga, mengenal teknik pembuatan tong komposter, hingga praktik pembuatan kompos metode Berkeley yang dikenal sebagai metode pengomposan cepat.

Tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, kegiatan ini juga mengembangkan kreativitas dan keterampilan peserta melalui workshop smartphone videografi lingkungan, praktik mandala art, serta simulasi terasering untuk memahami prinsip pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan Eco Pesantren ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memperkuat nilai spiritual selama bulan Ramadan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sebagai generasi muda untuk menjaga bumi. Dengan mengintegrasikan nilai keislaman, pendidikan lingkungan, dan praktik langsung, Eco Pesantren menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus berakar pada nilai-nilai keimanan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Rumah Tumbuh Farm bersama berbagai pihak dalam mendorong pendidikan ekologi yang kontekstual bagi pelajar, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di masa depan

