
RUMAH TUMBUH FARM (21/08/2026) – Rumah Tumbuh Farm menerima kunjungan delegasi mahasiswa dari Jepang dalam rangkaian kegiatan Social Entrepreneurship Learning Program 2026. Program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dengan Tongali—sebuah konsorsium pendidikan kewirausahaan yang berbasis di Universitas Nagoya, Jepang.
Kegiatan yang didampingi langsung oleh dua staf fakultas, Aiko Naruse dan Sawako Tanaka, serta enam staf pendamping dari IBEKA ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai inovasi pertanian berkelanjutan, kewirausahaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Adapun delegasi mahasiswa yang hadir terdiri dari 6 mahasiswa lintas universitas di Jepang, yaitu:
Miko Komatsu (Nagoya University – Faculty of Education)
Ayane Iwazaki (Meijo University – Faculty of Engineering)
Mashiro Kitajima (Chukyo University – Faculty of International)
Sohei Kobayashi (Nagoya University – Faculty of Agriculture)
Rikuto Agata (Aichigakuin University – Faculty of Commerce)
Natumi Yamashita (Hamamatsu University of Medicine – Faculty of Medicine)
Mengenal Harmoni Alam dan Keberlanjutan Lingkungan
Para Mahasiswa juga diajak untuk mengenal lebih dekat konsep permaculture (permakultur) dan penerapannya secara nyata di lapangan. Rangkaian kegiatan diawali dengan tur keliling kebun, di mana para mahasiswa diajak mengenali berbagai jenis edible flower (bunga yang dapat dikonsumsi) yang tumbuh subur di area Rumah Tumbuh Farm.
Para mahasiswa mengekspresikan kekaguman mereka terhadap keasrian lokasi farm yang dikelilingi oleh lanskap alam yang asri.
Praktik Olah Tanah, Kompos, hingga Kelola Air
Dalam sesi edukasi teknis, para peserta mempelajari berbagai metode pertanian ramah lingkungan, di antaranya:
Pembuatan Kompos Metode Berkeley:
Para mahasiswa terkesan saat mempelajari bagaimana sisa makanan dan limbah organik alam dapat diolah menjadi ‘tanah baru’ yang kaya nutrisi dan siap dimanfaatkan kembali untuk mendukung siklus kehidupan tanaman.
Tata Kelola Lanskap & 4 Prinsip Dasar Air:
Peserta mendalami pengelolaan air berprinsip ekologis melalui empat tahapan utama: mengalirkan, meresapkan, menyebarkan, dan memperlambat laju air agar menjaga kelembapan tanah serta mencegah erosi.
Praktik Pembuatan Terasering Mini:
Sebagai penutup kegiatan lapangan, para mahasiswa berkesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan terasering mini guna memahami konservasi tanah di lahan miring.
Harapan dan Komitmen Ke Depan
Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan seputar agriculture dan permaculture, tetapi juga menjadi wadah pertukaran budaya dan pengalaman yang berharga. Kami sangat mengapresiasi yang mendalam atas kunjungan, kebersamaan, serta semangat belajar yang ditunjukkan oleh para mahasiswa dan pendamping. Diharapkan ilmu serta pengalaman yang didapatkan selama di Rumah Tumbuh Farm dapat bermanfaat, menginspirasi, dan terus berkembang di tempat masing-masing.

