Joglo Mandala Hyang

Merawat Jejak Arsitektur Tradisional dari Kebumen di Rumah Tumbuh Farm

Joglo Mandala Hyang merupakan salah satu bangunan tradisional yang menjadi bagian dari kawasan Rumah Tumbuh Farm, Bojong Loa, Wanayasa, Purwakarta. Bangunan ini dirancang sebagai ruang untuk mewadahi beragam kegiatan di lingkungan Rumah Tumbuh Farm, sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat dan menghidupkan kembali warisan arsitektur tradisional.

Joglo Mandala Hyang merupakan jenis joglo full gebyok yang berasal dari rumah milik Ustaz Syahid di Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen. Rumah tersebut diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 1910–1912, terutama berdasarkan usia rangka bangunan aslinya.

Dengan demikian, material yang digunakan pada Joglo Mandala Hyang bukan sekadar material bangunan lama, tetapi memiliki nilai sejarah yang telah bertahan selama lebih dari satu abad.

Dari Prembun, Kebumen ke Wanayasa

Sebelum dibangun kembali di Purwakarta, joglo tersebut terlebih dahulu melalui proses penataan ulang di Prembun, Kebumen.

Proses setting ulang dilakukan mulai 10 April 2026 hingga 19 Mei 2026. Pada tahap ini, bagian-bagian bangunan dipersiapkan kembali agar dapat dirakit sesuai dengan struktur dan karakter bangunan aslinya.

Setelah proses persiapan selesai, material joglo diberangkatkan menuju Purwakarta pada 19 Mei 2026. Setibanya di kawasan Rumah Tumbuh Farm, Bojong Loa, Wanayasa, proses pengerjaan dan perakitan dilanjutkan di lokasi.

Dikerjakan oleh Enam Orang

Proses pengerjaan Joglo Mandala Hyang melibatkan enam orang tenaga ahli, yaitu Mas Anto, Lek Seger, Mas Aji, Mas Bandot, Pak Budiman, dan Pak Perkiran, yang merupakan anak dari pemilik rumah asal.

Keterlibatan tenaga yang memahami karakter bangunan asal menjadi bagian penting dalam proses perakitan kembali. Pengetahuan mengenai struktur dan bagian-bagian joglo membantu mempertahankan bentuk serta karakter bangunan tradisional tersebut.

Pengerjaan di Purwakarta berlangsung selama kurang lebih delapan hari dan dinyatakan selesai pada 20 Mei 2026.

Menghidupkan Kembali Bangunan Bersejarah

Joglo Mandala Hyang tidak hanya menjadi sebuah bangunan tradisional di kawasan Rumah Tumbuh Farm. Di dalamnya terdapat jejak sejarah sebuah rumah yang telah berdiri sejak awal abad ke-20 dan kemudian dihidupkan kembali di tempat yang berbeda.

Dengan konsep full gebyok, keberadaan Joglo Mandala Hyang turut memperkuat karakter kawasan Rumah Tumbuh Farm sebagai ruang yang memadukan kegiatan, alam, serta pelestarian budaya.

Dari Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, bangunan bersejarah ini menempuh perjalanan menuju Bojong Loa, Wanayasa, Purwakarta. Kayu dan struktur aslinya kini kembali memiliki fungsi baru sebagai bagian dari ruang yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan Rumah Tumbuh Farm.

Joglo Mandala Hyang menjadi contoh bahwa pelestarian budaya tidak selalu berarti mempertahankan bangunan di tempat asalnya. Dengan perawatan, ketelitian, dan pemahaman terhadap nilai sejarahnya, warisan arsitektur tradisional dapat dipindahkan, dirakit kembali, dan terus digunakan tanpa kehilangan cerita yang melekat di dalamnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top